Rabu, 29 Juni 2011

My class - X.5

Tanggal 28 Juni 2011, aku nerima rapot. Selama 1 tahun di SMANDA aku berada di keluarga X.5 :) rasanya nggak mau pisah banget sama mereka. Rasa kebersamaan nya kuat banget hehe kompak, seru, campur aduk banget lah rasanya.
X.5 terdiri dari 30 siswa-siswi yakni Yang cowok : Sendy, Yusuf, Dimas, Rio, Mudin, Haris, Reksa, Luthfi, Okbri, Indra, Yanuar dan Labaik. Untuk yang cewek : Intan (Aku), Melisa, Arum, Indah, Resty, Rosa, Eka, Hidan, Dinda, Virda, Riri, Ike, Nanda, Resha, Nazella, Farah, Aulia dan Dita. Di foto yang tengah itu wali kelas X.5 yakni Pak Dwi Nyoto.
For X.5 thanks for all. You give me more good memories when I was there. I will miss you ALWAYS :*

Sedih dalam sebuah cerita

Bonjour :)
Bagaimana liburan kalian ? Pastinya punya rencana bukan ?
Begitupun dengan aku. Liburan ini aku punya planning untuk baca-baca novel dulu.
Salah satu novel yang aku baca itu judulnya " Miss Confidential " penulisnya Billy Koesoemadinata.
Entah kenapa- Tapi setelah membaca nya, rasanya sedih banget hehe mungkin karena posisi salah satu tokohnya bisa dibilang "Aku banget"-

Dalam cerita ini tokoh utamanya Adi dan Pinkan. Tapi selain itu juga ada tokoh yang mendominasi lainnya yakni Dhama dan Tami.

Sinopsis :

Adi dan Pinkan pernah menjalin suatu hubungan / pacaran selama 2 tahun lalu, hubungan mereka bubar karena sebuah kesalahpahaman. Pinkan memiliki sahabat yang bernama Tami. Pada suatu hari persahabatan mereka ikut bubar karena sebuah pertengkaran. Pinkan yang bisa di bilang "keras kepala" karena tidak mau mendengarkan saran sahabatnya lalu kepalang emosi dan memutuskan hubungan persahabatan antara dirinya dan Tami. Pinkan yang saat itu tertarik dengan seorang anak baru di SMA nya begitupun dengan SMA Adi, Tami dan Dhama. Nama cowok itu adalah Mauro. Keberuntungan berpihak pada Pinkan, ia mendapat kesempatan untuk date bersama Mauro.
Perlu diketahui bahwa semenjak putus dengan Pinkan, Adi yang penyabar, pengertian, dan selalu berusaha kerja keras itu masih menjaga cintanya untuk Pinkan. Hingga suatu hari, ada sebuah pesta disekolahnya untuk merayakan anniversary ekskul basket, dan saat itu pula Mauro dan Pinkan nge-date. Adi hadir dalam acara itu dan ia terang-terangan bilang kalau ia masih sayang Pinkan. Mauro yang kesal lalu memukuli Adi namun Adi tidak membalas. Setelah pesta usai, Adi pulang dan ia ditabrak oleh Mauro. Hingga akhirnya Adi dinyatakan MENINGGAL oleh dokter. Padahal segala bentuk pengobatan sudah dilakukan.
Pinkan yang mengetahui itu jelas sangat terpukul. Tapi mau bagaimanapun ia tidak bisa menyalahi takdir. Untuk berkata maaf pada Adi pun terlambat. Begitu banyak hal yang dilakukan Pinkan yang begitu menyakitkan hati Adi.
Masalah-masalah terus dimunculkan di kehidupan Pinkan. Saat persahabatan nya bubar, ia berpaling untuk bercerita kepada MISS CONFIDENTIAL. Sejenis curhat. Sebenarnya MISS CONFIDENTIAL pula sebuah acara radio yang bernama MISS CONFIDENTIAL RADIO SHOW.
Siapa MISS CONFIDENTIAL ?


Buku ini rasanya sudah sold out. Lagian, aku beli buku ini tahun 2008 hehe. Syukur-syukur masih ada sampai sekarang :)

Sabtu, 25 Juni 2011

Waktu - Kahlil Gibran

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu ?

Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.